Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Juli 2010

SHALAT TAHAJUD

Shalat Tahajud adalah shalat sunat yang dikerjakan pada waktu malam, dimulai selepas isya sampai menjelang subuh.

Jumlah rakaat pada shalat ini tidak terbatas, mulai dari 2 rakaat, 4, dan seterusnya.

A. Pembagian Keutamaan Waktu Shalat Tahajud

1. Sepertiga malam, kira-kira mulai dari jam 19.00 samapai jam 22.00
2. Sepertiga kedua, kira-kira mulai dari jam 22.00 sampai dengan jam 01.00
3. Sepertiga ketiga, kira-kira dari jam 01.00 sampai dengan masuknya waktu subuh.


B. Niat shalat tahajud:

Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini lillaahi ta’aalaa.

Artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud dua rakaat karena Allah”


C. Doa yang dibaca setelah shalat tahajud:

Rabbanaa aatina fid-dun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa adzaaban-naar.

Artinya: “Ya Allah Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan hindarkanlah kami dari siksa api neraka.”

Dalam hadits Bukhari dinyatakan, bahwa rasulullah jika bangun dari tidurnya di tengah malam lalu bertahajud membaca doa:

Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawaati walardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu laka mulkus samaawaati wal ardhi wa man fiihin, wa lakal hamdu nuurus samaawaati wal ardhi, wa lakal hamdu antal haqqu wa wa’dukal-haqqu wa liqaa’uka haqqun wa qauluka haqqun wal-jannatu haqqun, wan naaru haqqun, wan-nabiyyuuna haqqun, wa Muhammadun shallallaahu ‘alaihi wa sallama haqqun, waass’atu haqqun. Allahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakaltu wa ilaika anabtu wa bika khaashamtu, wa ilaika haakamtu, faghfir lii maa qaddamtu, wa maa akhkhartu wa maa asrartu, wa maa a’lantu antal muqaddimu wa antal mu’akhiru la ilaaha illa anta aula ilaaha gairuka wa laa haula quwwata illa billah.

Artinya: “Ya Allah, bagi-Mu segala puji. Engkaulah penegak langit dan bumi dan alam semesta beserta segala isinya. Bagi-Mulah segala puji, pemancar cahay langit dan bumi. Bagi-Mulah segala puji, Engakaulah yang haq, dan janji-Mu adalah benar, dan surge adalah haq, dan neraka adalah haq, dan nabi-nabi itu adalah haq, dan Nabi Muhammad adalah benar, dan hari kiamat adalah benar. Ya Allah, kepada-Mulah kami berserah diri (bertawakal) kepada Engkau jualah kami kembali, dan kepada-Mulah kami rindu, dan kepada engkaulah kami berhukum. Ampunilah kami atas kesalahan yang sudah kami lakukan dan sebelumnya, baik yang kami sembunyikan maupun yang kami nyatakan. Engkaulah Tuhan yang terdahulu dan Tuhan ynag terakhir. Tidak ada Tuhan melainkan Engkau Allah Rabbul alamin. Tiada daya upaya melainkan dengan pertolongan Allah.”


D. Setelah itu, perbanyaklah membaca istigfar sebagai berikut:

Astagfirullaahal azhim wa atuubu ilaiih

Artinya: “Kami memohon ampunan kepada Allah Yang Maha Agung dan kami pun bertaubat kepada-Nya”


E. Keutamaan Shalat Tahajud

Sahabat Abdullah bin Salam mengatakan, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

“Hai sekalian manusia, sebarluaskanlah salam dan berikanlah makanan serta sholat malamlah diwaktu manusia sedang tidur, supaya kamu masuk Surga dengan selamat.” (HR Tirmidzi)

Bersabda Nabi Muhammad saw:

“Seutama-utama shalat sesudah shalat fardhu ialah shalat sunnat di waktu malam.” (HR Muslim)

Selain itu, Allah sendiri juga berfirman:

Pada malam hari, hendaklah engkau shalat Tahajud sebagai tambahan bagi engkau. Mudah-mudahan Tuhan mengangkat engkau ketempat yang terpuji. (QS Al-Isra’: 79)


Dari Jabir r.a., ia barkata, “Aku mendengar Rasulullah saw. Bersabda: Sesungguhnya pada malam hari itu benar-benar ada saat yang seorang muslim dapat menepatinya untuk memohon kepada Allah suatu kebaikan dunia dan akhirat, pasti Allah akan memberikannya (mengabulkannya); dan itu setiap malam.” (HR Muslim dan Ahmad)

“Lazimkan dirimu untuk shalat malam karena hal itu tradisi orang-orang saleh sebelummu, mendekatkan diri kepada Allah, menghapus dosa, menolak penyakit, dan pencegah dari dosa.” (HR Ahmad)


F. Kiat Mudah Shalat Malam/Qiyamullail

Agar kita diberi kemudahan bangun malam untuk melakukan shalat malam, cobalah tips-tips berikut ini:

1. Aturlah aktivitas di siang hari agar malamnya Anda tidak kelelahan. Sehingga tidak membuat Anda tidur terlalu lelap.
2. Makan malam jangan kekenyangan, berdoa untuk bisa bangun malam, dan jangan lupa pasang alarm sebelum tidur.
3. Hindari maksiat, sebab menurut pengalaman Sufyan Ats-Tsauri, “Aku sulit sekali melakukan qiyamullail selama 5 bulan disebabkan satu dosa yang aku lakukan.”
4. Ketahuilah fadhilah (keutamaan) dan keistimewaan qiyamulail. Dengan begitu kita termotivasi untuk melaksanakannya.
5. Tumbuhkan perasaan sangat ingin bermunajat dengan Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
6. Baik juga jika janjian dengan beberapa teman untuk saling membangunkan dengan miscall melalui telepon atau handphone.
7. Buat kesepakatan dengan istri dan anak-anak bahwa keluarga punya program tahajud bersama sekali atau dua malam dalam sepekan.
8. Berdoalah kepada Allah swt. untuk dipermudah dalam beribadah kepadaNya.

Oleh www.AsianBrain.com atau www.AnneAhira.com
Selengkapnya...

Senin, 26 Juli 2010

SYARAT-SYARAT SHOLAT

Syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan shalat dapat
dikelompokkan menjadi 2 (dua) macam yaitu :

I. Syarat-syarat wajib shalat
yaitu syarat-syarat diwajibkannya seseorang mengerjakan shalat. Jadi
jika seseorang tidak memenuhi syarat-syarat itu tidak diwajibkan
mengerjakan shalat. yaitu :

1.Islam, Orang yang tidak Islam tidak wajib mengerjakan shalat.

2.Suci dari Haidl dan Nifas, Perempuan yang sedang Haidl (datang
bulan)atau baru melahirkan tidak wajib mengerjakan shalat.

3.Berakal Sehat, Orang yang tidak berakal sehat seperti orang
gila,orang yang mabuk, dan Pingsan tidak wajib mengerjakan shalat,
sbagaimana sabda Rasulullah :

"Ada tiga golongan manusia yang telah diangkat pena darinya (tidak
diberi beban syari'at) yaitu; orang yang tidur sampai dia terjaga,
anak kecil sampai dia baligh dan orang yang gila sampai dia sembuh."
(HR. Abu Daud dan lainnya, hadits shahih)


4.Baliqh (Dewasa), Orang yang belum baliqh tidak wajib mengerjakan
shalat. Tanda-tanda orang yang sudah baliqh :

a.Sudah berumur 10 tahun. sebagaimana sabda Rasulullah

"Perintahkanlah anak-anak untuk melaksanakan shalat apabila telah
berumur tujuh tahun, dan apabila dia telah berumur sepuluh tahun,
maka pukullah dia kalau tidak melaksanakannya." (HR. Abu Daud dan
lainnya, hadits shahih)

b.Mimpi bersetubuh.
c.Mulai keluar darah haidl (datang bulan) bagi anak perempuan

5.Telah sampai da'wah kepadanya, Orang yang belum pernah mendapatkan
da'wah/seruan agama tidak wajib mengerjakan shalat.

6.Jaga, Orang yang sedang tertidur tidak wajib mengerjakan shalat.


II. Syarat-syarat sah Shalat

Yaitu yang harus dipenuhi apabila seseorang hendak melakukan shalat.
Apabila salah satu syarat tidak dipenuhi maka tidak sah shalatnya.
Syarat-syarat tersebut ialah :

1.Masuk waktu shalat
Shalat tidak wajib dilaksanakan terkecuali apabila sudah masuk
waktunya, dan tidak sah hukumnya shalat yang dilaksanakan sebelum
masuk waktunya. Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :

"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya
atas orang-orang yang beriman." (An-Nisa': 103)

Maksudnya, bahwa shalat itu mempunyai waktu tertentu. Dan malaikat
Jibril pun pernah turun, untuk mengajari Nabi shallallaahu alaihi
wasallam tentang waktu-waktu shalat. Jibril mengimaminya di awal
waktu dan di akhir waktu, kemudian ia berkata kepada Nabi
shallallaahu alaihi wasallam: "Di antara keduanya itu adalah waktu
shalat."

2.Suci dari hadats besar dan hadats kecil.
Hadats kecil ialah tidak dalam keadaan berwudhu dan hadats besar
adalah belum mandi dari junub. Dalilnya adalah firman Allah Subhanahu
wa Ta'ala :

Artinya :"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak
mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai siku,
dan sapulah kepalamu dan (basuhlah) kakimu sampai kedua mata

Sabda Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam :
Artinya :"Allah tidak akan menerima shalat yang tanpa disertai
bersuci". (HR. Muslim)

3.Suci badan, pakaian dan tempat shalat dari najis,
Adapun dalil tentang suci badan adalah sabda Rasulullah shallallaahu
alaihi wasallam terhadap perempuan yang keluar darah istihadhah :

"Basuhlah darah yang ada pada badanmu kemudian laksanakanlah shalat."
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Adapun dalil tentang harusnya suci pakaian, yaitu firman Allah
Subhanahu wa Ta'ala :

"Dan pakaianmu, maka hendaklah kamu sucikan." (Al-Muddatstsir: 4)
Adapun dalil tentang keharusan sucinya tempat shalat yaitu hadits Abu
Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata :

Adapun dalil tentang keharusan sucinya tempat shalat yaitu hadits Abu
Hurairah radhiyallahu anhu, ia berkata :

"Telah berdiri seorang laki-laki dusun kemudian dia kencing di masjid
Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam , sehingga orang-orang ramai
berdiri untuk memukulinya, maka bersabdalah Rasulullah shallallaahu
alaihi wasallam, 'Biarkanlah dia dan tuangkanlah di tempat kencingnya
itu satu timba air, sesungguhnya kamu diutus dengan membawa kemudahan
dan tidak diutus dengan membawa kesulitan." (HR. Al-Bukhari).

4. Masuk Waktu Shalat ; Shalat tidak wajib dilaksanakan
terkecuali apabila sudah masuk waktunya, dan tidak sah hukumnya
shalat yang dilaksanakan sebelum masuk waktunya. Hal ini berdasarkan
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala :
"Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang diten-tukan waktunya
atas orang-orang yang beriman." (An-Nisa': 103)
Maksudnya, bahwa shalat itu mempunyai waktu tertentu. Dan malaikat
Jibril pun pernah turun, untuk mengajari Nabi shallallaahu alaihi
wasallam tentang waktu-waktu shalat. Jibril mengimaminya di awal
waktu dan di akhir waktu, kemu-dian ia berkata kepada Nabi
shallallaahu alaihi wasallam: "Di antara keduanya itu adalah waktu
shalat."

5.Menutup aurat, Aurat harus ditutup rapat-rapat dengan sesuatu yang
dapat menghalangi terlihatnya warna kulit. Hal ini berdasarkan firman
Allah Subhanahu wa Ta'ala :

"Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap kali berada
ditempat sujud ." (Al-A'raf: 31)

Yang dimaksud dengan pakaian yang indah adalah yang menutup aurat.
sedangkan tempat sujud adalah tempat shalat. Para ulama sepakat bahwa
menutup aurat adalah merupakan syarat sahnya shalat, dan barangsiapa
shalat tanpa menutup aurat, sedangkan ia mampu untuk menutupinya,
maka shalatnya tidak sah.

6.Menghadap kiblat, Orang yang mengerjakan shalat wajib menghadap
kiblat yaitu menghadap ke arah Masjidil Charam. Hal ini berdasarkan
firman Allah Subhanahu wa Ta'ala.

"Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka
sungguh Kami akan memalingkanmu ke kiblat yang kamu sukai.
Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu
berada, maka palingkanlah mukamu ke arahnya." (Al-Baqarah: 144)
Selengkapnya...

Nasihat-nasihat Berharga Tentang Shalat

* Jawablah muadzin seperti yang tertera dalam Hadist dan jangan tersibukkan oleh perkataan, perbuatan, atau ibadah yang lain
* Bershalawatlah kepada Rasulullah saw seusai adzan dan berdoalah pada Allah dengan doa wasilah
* Jangan keluar masjid setelah adzan, kecuali karena alasan mendesak
* Biasakan adzan untuk diri anda sendiri saat anda tidak sedang berada di masjid
* Tegakkanlah shalat fardhu
* Mintalah pada Allah semua kebutuhan dunia dan akhirat anda atau kebutuhan
muslimin yang anda kehendaki diantara adzan dan iqamah
* Bantulah manusia dengan jiwa dan harta
* Muliakanlah masjid, masuklah dengan kaki kanan, jagalah dari kotoran, peliharalah adab-adab masjid, jangan bicara sia-sia, jangan tertawa terbahak-bahak, jangan membuat gaduh, dan keluarlah dengan kaki kiri
* Jagalah shalat di awal waktu bersama jamaah di masjid, terutama shalat isya dan subuh
* Jangan anda akhirkan shalat dari waktunya
* Jangan anda membahas urusan duniawi setelah shalat Fajar hingga matahari terbit
* Perintahlah istri anda menjaga shalat. Sebab ia adalah rukun agama terbesar
* Perintahlah istri anda shalat di rumah
* Perintahlah anak-anak anda shalat di usia 7 tahun dan pukullah bila membangkang di usia 10 tahun, dan janganlah anda meremehkannya karena hal itu dapat membuat anda berdosa
* Jelaskan fadhilah shalat 5 waktu dan hukuman orang yang meninggalkannya pada orang yang meninggalkan shalat dari keluargamu dan umat islam
* Jagalah shalat sunnah, rawatib qabliyah, rawatib badiyah, sunnah muakkadah dan sunnah ghairu muakkadah
* Jagalah shalat awwabin sehabis shalat maghrib minima 2 rakaat
* Bersiap-siaplah shalat dengan menzuhudi dunia, tidak mengenyangkan perut, dan dengan tidur siang
* Jagalah dzikir anda sebelum tidur
* Tidurlah dalam keadaan bersuci, berdzikir dan berharap bangun mala
* Lakukanlah shalat tasbih
* Tunaikanlah shalat hajat dan berdoalah dengan doa hajat
* Lakukanlah shalat istikharah untuk setiap urusan penting dan berdoalah dengan doa istikharah
* Jagalah shalat berjamaah
* Luruskan dan rapatkan barisan shaf, serta tutuplah yang kosong
* Bersegeralah meraih shaf pertama tanpa harus berebut dengan orang lain
* Jagalah doa iftitah dan ucapkanlah Amin saat menjadi makmum. Dan juga dzikir rukuk dan sujud
* Thuma’ninah saat rukuk, sujud, i’tidal, dan duduk diantara dua sujud
* Janganlah melintas di depan orang shalat
* Letakkanlah pembatas di depan anda bila tempat sujud anda bisa dilalui manusia
Selengkapnya...